Karetan

October 27th, 2009
1

Bersantai di bawah pohon karetan

2

Filicium

October 27th, 2009

Sampai saat ini, banyak banget orang yang berpendapat bahwa SMA 3 adalah sekolah yang menyejukkan. Yap !! Emang bisa dibilang begitu. Kenapa? Coz, di Lapangan Tengah Padmanaba banyak pepohonan yang tumbuh tinggi menjulang, dan berdaun rindang. Salah satunya adalah pohon nagasari. Nagasari, dengan nama latin Filicum Sp. Pohon ini sudah tumbuh berpuluh tahun yang lalu, bahkan mungkn telah ada sejak Jepang masih menguasai tanah air kita. Pohon ini memiliki tinggi sekitar 20 meter-an. Tapi, pohon ini jarang berbuah, eh, maksudnya emang tidak pernah berbuah. Walaupun begitu, daunnya rindang dan melindungi SMA 3 dari hawa panas. Yah, walaupun terkadang hawa itu masih ada karna global warming.

Mbathang

October 27th, 2009

Mbathang! Sebuah kegiatan yang gak akan pernah kita temuin selain di Padmanaba! Sebenernya, apaan sii, mbathang tuh? Menurut silsilah –ceiile- mbathang tu asalnya dari kata bathang ato bangke. Jadi, mbathang tu sama aja membangkai. Istilahnya, bosok gitu deh! Awalnya, kata mbathang ini cuma dipake dalam konteks kalimat nunggu. Semacam kering nunggu gitu. Tapi, lama kelamaan, kata mbathang ini mulai mengalami perluasan makna –hidup bahasa indonesia!- sehingga dipakainya gak cuma buat istilah nunggu, tapi jadi berarti gak da kerjaan. Jadi, jalan – jalan ato diem aja di suatu tempat dan gak jelas tujuannya, tu bisa dikategorikan mbathang.

Mbathang ini bru populer waktu angkatan 61 – 62. Dan ternyata, peminat mbathang bertambah pesat. Sekarang, hampir semua anggota Padmanaba punya hobi mbathang di skulah. Mereka biasanya mbathang dari pulsek sampe sore. Bahkan, ada juga yang sampe malem. Hadu, betah banget ya, di skul. School sweet school!

Cara Penyebutan Angkatan

October 27th, 2009

Di suatu sore hari di lapangan tengah.

+: Yuk ke kantin
-: Ntar ah, aku lagi mau nempel foding nih
+:Lho? Bukannya yang tugas mbuat foding tuh anak 64.
-: Iya tuh, dumeh senior trus nyuruh2 anak 65.
+:Ya tapi jangan ngedumel gitu donk.. yuk aku bantu, cuma nempel gitu aja koq repot.
Percakapan itu belu lama terjadi, bukan di tahun 60-an, tapi di tahun 2000-an. Memang, saat ini di kalangan cah-cah Padmanaba sangat populer penyebutan angkatan dengan angka 60-an. Angka itu merupakan penyebutan angkatan berdasarkan jumlah angkatan sejak tahun 1942. Jadi, tahun ini anak kelas X mendapat jatah nama angkatan 65, anak kelas XI berarti angkatan 64, anak yang lulus tahun 2007 berarti angkatan 62… begitu seterusnya.

Penamaan in berawal dari sebuah foto yang dipampang di kantin Kang Pri. Foto itu menampilkan foto satu angkatan yang baru aja lulus di tahun 1999. Di bagian bawah terdapat tulisan kira-kira seperti ini “Padmanaba class of 54th”. Aku sendiri sedikit tidak percaya dengan penulisan angka class of tersebut. Siapa tahu ada suatu tahun di mana SMA 3 tidak menerima murid sehingga itungan kelasnya mungkin tidak sampe 54. Tapi, peduli amat!

Pada tahun 2001 diberlakukan kebijakan kelas akselerasi, yaitu lama belajar di SMA cuma 2 tahun saja, bukan 3 tahun. 1 kelas itu memang yang membuat banyak perubahan. Penyebutan angkatan 2003 sudah tidak spesifik lagi untuk satu angkatan yang masuk tahun 2000, melainkan untuk angkatan yang masuk tahun 2000 ditambah 1 kelas akselerasi yang masuk tahun 2001. Hal inilah yang membuat anak2 2003 (58) lalu mulai mempopulerkan angka 58 yang diperoleh dari tulisan di kantin Kang Pri yang memang masih terpajang. Dengan cara itu setiap menyebut angkatan 58 pasti yang dimaksud adalah angkatan mereka, dan tidak ketambahan 1 kelas akselerasi dari angkatan sesudahnya.

Anak-anak 58 menyebut diri mereka anak 58 sewaktu mereka kelas 3 karena saat itulah ada 1 kelas dari angkatan sesudahnya yang juga kelas 3 yaitu kelas akselerasi. Mereka-pun menyebut angkatan di bawahnya dengan sebutan angkatan 59 dan tentunya anak akselereasi yang kelas 3 itu disebut juga angkatan 59. Meskipun anak 58 sendiri masih sering menggunakan kata angkatan 2003, tapi untuk angkatan2 selanjutnya penyebutan angkatan dengan tahun lulus mulai hilang, karena sejak saat itu setiap PPLB anak-anak baru sudah diberitahu angka angkatannya, hingga nama angkatan 60,61,62, dst sudah merasuk dalam hati dan digunakan sehari2.

Penamaan angkatan ini memang ambigu dengan angkatan kelulusan tahun 60-an… Cara membedakannya mudah jika seseorang mengaku angkatan 60 tapi masih muda, berarti dia anak padmanaba yang lulus tahun 2005, jika agak sepuh berarti yang lulus tahun 60.

Aku sendiri masih harus berpikir beberapa kali setiap adik kelas bilang dia angkatan berapa dan ketika dia bertanya aku angkatan berapa. Namun dengan penamaan ini paling tidak akan menyatukan kita dalam keluarga Padmanaba tanpa membedakan sudah lulus atau belum lulus.

Mathias Mahendra

October 27th, 2009

HENDRA
Siapa sich yang nggak kenal sama Mathias Mahendra? Cowok kelahiran 06 Oktober 1989 ini ternyata nggak cuma jenius di bidang akademik doang lho… nggak percaya? Percaya deh! Buktinya nich dia udah ngantongin 5 prestasi non-akademik. Terus nilai olahraga di rapornya ada yang 90 lhoo. Wow! Dan jangan salah dia juga jago main gitar and biola.

Kalo prestasi akademiknya? Nggak diragukan lagi dech. Ada lebih dari 20 prestasi akademik di sambet dia. Dia udah ikutan olimpiade sains sejak kelas 2 SMP. Apa ya latar belakang dia ikutan olimpiade? Ternyata dia pingin jalan-jalan kemana-mana. Dan tentunya membanggakan orang tua dengan cara mengembangkan talentanya. Berkat olimpiade dia jadi tambah temen dan ‘link’, tambah deket sama guru-guru sekolah, dan tambah banyak pengalaman. Pengalaman apa hayo? Gosip nich..waktu pembinaan katanya ada yang naksir sama dia lho. Nggak percaya? Tanya aja sendiri ke orangnya.

Mau tahu apa rahasia belajar cowok jenius yan selalu tampil rapi ini? Dia belajar kalo niat. Kalo tiap jantung berdetak niat terus, belajarnya nggak berhenti-henti dong.dia belajar nggak tiap hari, cuma pas mau ada ulangan aja belajar. “tiap hari paling buka-buka aja, biar ada repetisi”katanya. Ya, itu sama aja tiap hari belajar. Kalo lagi stress atau ada masalah dia juga nggak belajar, soalnya percuma nggak bakal ada yang masuk ke otak. Mending tidur aja. “Waktu belajar usahain buat jalan keledai sendiri, soalnya waktu ada ulangan,terus jalan keledai kita kepake, terus sukses, nah nanti bakalan ada suatu kebanggaan tersendiri”paparnya bangga. Nah gimana, apakan cowok jenius ini memberikan inspirasi kamu untuk menentukan cara belajar kamu?

Buat siswa-siswi SMA 3 ada pesen nich dari Mathias Mahendra:

“setiap manusia diciptakan dengan kelebihan an kekurangan. Tugas kita, mengembangkan kelebihan itu dan mencari kelebihan di antara kekurangan kita. Jadi, kamu-kamu yang punya kelebihan apapun itu, kembangkan dan ekspresikan aja. Dan buat kamu-kamu yang merasa nggak punya kelebihan, jangan minder dulu. Kamu pasti punya. “

“Kalo kamu merasa ‘lebih’ memandanglah ke atas, tapi kalau kamu merasa ‘kurang’ kamu boleh memandang ke bawah. Masih banyak yang ada di bawah kita.”

Toha Lukman Hakim

October 27th, 2009

Lukman
“There are things we don’t do. Not because we can’t, but because we don’t want to” adalah sebuah motto hidup yang bijak untuk memotivasi kita untuk lebih maju dan maju lagi. Motto tersebut adalah inspirasi untuk salah satu temen kita, Toha Lukman Hakim. Cowok yang biasa dipanggil Lukman atau Toha ini lahir di Banyumas, 8 Juni 1990. Dia tinggal bersama saudara di Yogya, alamat aslinya sih di Jl. Palem Kavling STM no.4, Gumilir, Cilacap Utara. Dia suka baca dan programming. Jadi, nggak heran kalo dia jadi peraih medali perunggu OSN Komputer tahun lalu. Buat cowok yang aktif di Kirpad, SKI, Tokpad, dan Ambalan ini, pengalaman ikut OSN Komputer bener-bener luar biasa. Selain mendapat uang saku yang lumayan, dia juga dapet temen yang banyak banget. Meskipun demikian, Lukman sempat kecewa juga karena harus meninggalkan sekolah dalam waktu yang lama dan stres sepulang OSN. Loh kenapa? Katanya sih, karena cuma dapet perunggu. Meskipun udah membanggakan banget, tapi ternyata, peraih medali OSN Komputer tidak boleh ikut di bidang yang sama di tahun berikutnya. Jadi, pengalaman ikut olimpiade komputer kemarin adalah yang terakhir buat Lukman. Yaudah. Kalo gitu ikut di bidang lain aja. Hehe :) Toha Lukman Hakim

Smangaat !!

Mirna Jatiningrum

October 27th, 2009

MIRNA
Matematika? Hmm. Didenger aja udah ngeri duluan. Tapi ternyata, temen kita ada yang jago banget loh matematikanya. Bahkan, udah meraih medali perak OSN dan ikut pembinaan IJSO. Yap! Mirna Jatiningrum adalah orangnya. Cewe manis yang akrab dipanggil Nana ini memulai rangkaian perjalanan OSN lewat penyaringan di SMP.

”Sukanya, dapet temen dari provinsi lain, dapet penghasilan sendiri. Tapi, kadang-kadang terbebani dan agak bosen”, tutur dara kelahiran Sleman, 16 Desember 1991 ini mengenai suka duka ikut OSN.

Cewe yang punya moto pilihan yang datang dari diri sendiri adalah yang terbaik ini pernah juga ikut pembinaan IJSO. Tapi sayangnya, karena umurnya melebihi persyaratan, dia terpaksa enggak jadi ikut, padahal udah ikut pembinaan tahap II selama 3 minggu. Wah, sayang sekali! Bagi cewe yang bercita-cita menjadi kurator seni ini, ikut pembinaan IJSO dirasa menyenangkan karena ketemu dengan temen-temen yang udah dianggap saudara sendiri. Meskipun kecewa karena IJSOnya gagal, Nana tetep seneng karena bisa ikut PPLB di Padmanaba tercinta ini.

Engga cuma bisa matematika, ternyata Nana juga tertarik sama teater. Itu terbukti dari keikutsertaannya dalam ekskul teater Jubah Macan. Selain itu, Nana juga aktif dalam ekskul Progresif dan Kirpad.

Buatnya, orang-orang yang berjasa selama ini adalah orang tuanya, untuk apapun; Pak Wiworo, atas didikan beliau; dan semua orang atas ddukungan dan semangatnya.

Oke Nana. Berjuang terus buat Padmanaba tercinta! Sukses!

Sandra Forestyana

October 27th, 2009

SANDRA
Sandra Forestyana yang akrab disapa Sandra merupakan siswa dengan segudang prestasi akademik maupun non-akademik. Dara kelahiran 10 September 1990 ini selalu menjadi bintang kelas sejak Sekolah Dasar walaupun ia harus berpindah-pindah sekolah karena Sang ayah sering dipindahtugaskan. Tapi ia tetap mampu mempertahankan prestasinya.

Mula-mula Sandra bersekolah di TK Aba Mushola, Kotagede. Setelah lulus ia melanjutkan sekolah di kota Semarang. Di SD Kedung Mundu, Semarang Sandra hanya menuntut ilmu selama satu setengah tahun, karena Sang ayah dimutasi ke Pemalang. Maka ia pindah ke SD Surajaya II. Dengan alas an yang sama, anak pertama dari tiga bersaudara ini harus pindah sekolah lagi. Pilihannya jatuh pada SD Mantingan I, Rembang. Sekolah ini menjadi Sekolah Dasar terakhir untuk Sandra Forestyana. Setamatnya dari Sekolah Dasar ia melanjutkan ke SMP I Blora. Tapi lagi-lagi karena Sang ayah dimutasi ke Yogyakarta, Sandra harus pindah sekolah lagi. Akhirnya pilihannya jatuh pada SMP 8 Yogyakarta. Sandra juga memutuskan untuk menyelesaikan Sekolah Menengah Pertamanya di SMP 8 Yogyakarta. Selama di SMP 8 ia banyak mempersembahkan piala. Puncaknya ketika ia meraih medali perak OSN 2004 di Riau kategori Science Biology.

Setelah lulus dari SMP 8 Yogyakarta dengan nilai yang sangat memuaskan ia melanjutkan sekolahnya di SMA 3 Yogyakarta. Saat ditanya apa ia akan pindah sekolah lagi, ia menjawab dengan tegas,”Enggak, sayang kalau aku pindah.”

Di SMA 3 ia mengikuti ekstrakurikuler Bhapad yang dijadikannya sebagai batu loncatan sehingga ia menjadi Duta Belia Indonesia. Ketika ditanya komentarnya tentang Bhapad, ia berkata,” Awalnya biasa aja tapi waktu pelantikan aku sadar kalo Bhapad itu bukan Tonti biasa. Bhapad membuat aku memiliki keluarga ketiga setelah keluargaku di rumah dan Padmanaba.”

Menjadi Paskibraka Nasional mungkin menjadi impian setiap anggota Bhapad. Dan Sandra adalah salah seorang yang mampu mewujudkan impian itu. Bagaimana dengan Bhapaders yang lain? Baginya dari awal mengikuti seleksi sampe purna tugas merupakan salah satu pengalaman yang takkan terlupakan.

Latihan yang harus dilalui untuk menjadi Paskibraka menurutnya sangat melelahkan. Namun latihan yang dimulai sejak jupul 07.30 hingga senja tak pernah melunturkan semangatnya. Walaupun Sandra merasa kurang tidur ketika berada di Jakarta ia tak pernah mengeluh karena disana ia mendapatkan teman-teman baru dari seluruh penjuru Indonesia. Inilah yang membuatnya bertahan. Bagi Sandra menjadi Paskibraka Nasional adalah hal yang sangat membanggakan.

Setelah lulus sari SMA 3 ia berharap bisa melanjutkan kuliah di kampus yang dekat dengan Padmanaba agar ia tetap dapat mengurus Bhapad. Wauuw… sungguh mulia bukan?!

Sukses selalu buat Sandra Forestyana!

Robertus Sonny Prakoso

October 27th, 2009

SONNY
Siapa sih yang gak kenal Robertus Sonny Prakoso? Cowok yang akrab dipanggil Sonny ini dikenal supel dan gak sombong walaupun ia punya segudang prestasi di bidang olimpiade. Prestasinya bermula ketika ia masih duduk di bangku SMP, waktu itu, ia hanya coba-coba ikut olimpiade, tapi akhirnya ketagihan juga sampai sekarang. Tahun 2007, ia berhasil menjadi passing grade Olimpiade Sains SMP di tingkat propinsi, hingga akhirnya ia berhasil mencapai kancah Nasional dalam ajang perlombaan yang sama, OSN SMA dan ia berhasil membawa pulang medali perak. Ia juga berhasil meraih juara 1 lomba matematika di UnAir. Awalnya sih memang gak punya target juara, lebih-lebih, sebelum lomba, Sonny dan teman-temanya gak dapat akomodasi dari sekolah, tapi demi keinginanya mendapatkan pengetahuan baru di ajang lomba, ia dan teman-temanya rela iuran untuk akomodasi mereka untuk pulang pergi dan makan disana. Tapi akhirnya, dengan perjuangan keras, mereka juga membuahkan hasil yang sangat membanggakan, juara 1. Hebat ya!. Prestasi Sonny yang membanggakan selama ini, tak lepas dari bimbingan para pembina- pembina olimpiade di SMP (Pak Wiworo, Pak Choi, dll) maupun di SMA (Pak Maman, Mas Bagus, dll), orang tua yang selalu memberikan dukungan buat Sonny dan teman-temanya. Ia mengatakan kalau suasana pembinaan di SMA ini berbeda dengan di SMP walaupun pembinaan tersebut sama-sama mengarah pada problem solving dalam memecahkan suatu masalah. Menurut Sonny, pembinaan di SMA ini lebih serius, berbeda dengan di SMP yang suasana pembinaanya masih bisa diselingi bercanda dengan para pembina olimpiade yang friendly banget.

Cowok yang punya hobi bermusik ini punya cara belajar yang mungkin berbeda dengan teman-temanya. Sonny belajar dirumah hanya sebentar tetapi rutin, karena ia beranggapan, belajar yang serius itu di sekolah, oleh karena itu, ia selalu memperhatikan guru waktu menerangkan. Itulah kelebihan Sonny !! Ia selalu rajin belajar, sehingga ia bisa sukses seperti sekarang ini.

Sonny, cowok kelahiran Sleman, 13 Mei 1992 ini ternyata tidak hanya aktif di bidang olimpiade, tetapi ia juga aktif di bidang non-akademik. Ia aktif di club KIRPAD (Kelompok Ilmiah Remaja Padmanaba). Ekskul yang ia ikuti ini juga tidak jauh dari yang namanya ilmu Sains. Memang, ilmu sains buat Sonny seakan-kan sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Cowok yang bercita-cita di bidang teknologi atau musik ini punya motto hidup yang selalu jadi pegangan di setiap ia melangkah untuk mencapai kesuksesan,Motto? Pesen bwad anak padz?

Wahyu Kusuma Astuti

October 27th, 2009

KEI
Impossible is nothing! Inilah motto dari Wahyu Kusuma Astuti alias Kei. Dara kelahiran 9 mei 1993 ini punya otak yang encer banget lho. Waktu SMP Kei ikutan program akselerasi dan hasilnya dia tetep mampu bersaing dengan kakak kelasnya untuk masuk ke SMA 3. Sekarang di SMA 3 Kei ikutan progam akselerasi lagi. Jangan salah di aksel Kei juga mampu bersaing dengan temen-temen yang lebih tua satu sampe dua tahun lho. Bahkan Key menjadi yang terdepan alias ranking 1, dua kali berturut-turut. Hebat kan?

Sebuah piala yang Kei dan dua rekan satu timnya persembahkan untuk Padmanaba pada awal tahun 2008 lalu membuktikan bahwa Kei nggak Cuma pinter di kelas alias jago kandang doang. Piala juara 1 lomba debat bahasa Inggris hasil kerja kerasnya bersama kedua rekannya itu ternyata punya makna khusus lho buat Kei. Soalnya ini piala pertama yang dia berikan untuk Padmanaba tercinta.

Meraih juara 1 dalam lomba debat yang pertama kali Kei ikuti ternyata nggak gampang. Banyak batu terjal, jalan berliku harus dihadapi. So, perlu kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras yang ekstra. Ya memang itu kombinasi mutlak menggapai kesuksesan. “aku sempet nangis, coz di babak pertama tim ku ada di peringkat dua paling bontot,”kenangnya. Api dengan semangat yang berapi-api, dukungan orang tua, pacar, pelatih, dan debaters 64 dan 65 akhirnya tim Kei jadi juara 1 juga. Selamet yaw… nggak sia-sia deh air matamu.

Ternyata banyak banget lho keuntungan ikutan lomba debat bahasa Inggris. Pertama bisa membangun cara berfikir kritis, terus bisa tambah lancar deh ngomong inggrisnya. Dan yang paling menggiurkan hadiah uangnya dong. So, buat temen-temen yang pinggin ikutan lomba debat bahasa Inggris siapin deh kemampuan ngomong inggrismu. Kei punya beberapa tips nich buat kalian. Pertama harus banyak baca, jadi banyak masukan untuk otak. Kedua kalo tim musuh lagi ngomong didengerin baik-baik, di catet, terus bales dengan argumen-argumen yang rasional. Dan ketiga, harus optimis dan jatuhkan mental lawan. “Jadi intinya kalo debat pertahankan argumen-argumen kamu dan jatuhkan argumen lawan,”kata Kei mantap.

Buat temen-temen semua ayo temukan kelebihanmu, ekspresikan dan buatlah kamu, orang tua kamu dan Padmanaba bangga padamu!